Arsenal Lega, Gelandang Bengalnya Segera Ditampung Marseille

Arsenal Lega, Gelandang Bengalnya Segera Ditampung Marseille

Arsenal Lega, Gelandang Bengalnya Segera Ditampung MarseilleArsenal sekarang dapat bernafas lega sesudah Marseille dikabarkan sudah menyepakati persetujuan individu dengan pemain tengah bengalnya, Matteo Guendouzi, menjelang transfer bursa musim panas.

Berdasar laporan L’Equipe yang dikutip TBRFootball, pemain berumur 22 tahun itu sudah sepakat untuk masuk club Ligue 1 itu pada transfer bursa kedepan. Tetapi, baik Marseille atau Arsenal belum mengawali perbincangan apa saja berkaitan kekuatan kepindahnya Guendouzi dalam kurun waktu dekat.

Pemain itu diprediksi akan meninggalkan Emirates pada panas musim ini, sesudah dia bela The Gunners sepanjang 2 tahun. Guendouzi dihadirkan bekas pelatih Unai Emery, bahkan juga sebagai perekrutan pertama kalinya, saat manager asal Spanyol itu mengasuh club London Utara itu.

Tetapi, bekas bintang jezustoast FC Lorient itu tidak disukai pelatih Arsenal sekarang ini, Mikel Arteta. Kapten Tim nasional Prancis U-21 itu selanjutnya dipinjam oleh Hertha Berlin pada musim panas tahun kemarin.

Guendouzi sesungguhnya cukup sukses di Jerman, di mana dia bermain di dalam 24 laga Bundesliga di mana dia sukses cetak 2 gol dan tiga assist dalam rangkaian pertandingan itu.

Semua Berbeda di London Utara

Menurut The Athletic, The Gunners gagasannya akan kerjakan pembenahan tim besar pada panas musim ini. Ini dibetulkan football.london, dan mengatakan jika Guendouzi jadi salah satunya pemain bimbingan Arteta yang bakal dipasarkan di bursa kedepan.

Disamping itu ada juga Granit Xhaka, yang minggu ini marak dikabarkan akan meninggalkan Arsenal. Menurut Gazzetta Dello Sport, penawaran yang diberikan AS Roma untuk pemain tengah internasional Swiss itu sudah ditampik timnya, di mana The Gunners minta minimal 20 Juta Poundsterling untuk Xhaka.

Marseille Club Prima untuk Guendouzi

Mentalitas Guendouzi selalu memiliki masalah dalam kariernya dalam dunia sepak bola yang seumur jagung.

Dia berulang-kali dinilai karena tingkah laku jeleknya dalam atau luar lapangan – salah satunya karena pernah ketangkap camera tengah pesta balon gas ketawa pada tahun 2018, bahkan juga memetik kritikan dari ke-3 club yang pernah dibelanya karena sikap jelek dan stylenya yang sering menentang. Tetapi di Marseille, Guendouzi diprediksi akan dapatkan dermaga yang prima.

Raksasa Ligue 1 itu jadi salah satunya club yang mempunyai barisan supporter paling besar di semua Prancis. Oleh karena itu, pemain yang bertanding penuh semangat dan tekad yang berpijar akan dipuji beberapa supporter mereka – suatu hal yang sejauh ini sering dijajakan Guendouzi.

Karakter eksplosif Marseille dapat menjadi tempat evaluasi khusus untuk pemain muda itu untuk jadi lebih dewasa, dalam atau luar lapangan – suatu hal yang kurang dia peroleh di Arsenal dan jadi salah satunya factor yang membuat ke Hertha Berlin musim panas kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *